This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, 4 November 2013

Pengenalan pada manajemen informasi


PENDAHULUAN

            Para manajer selalu menggunakan informasi dalam menjalankan tugasnya, maka pokok bahasan informasi manajemen bukanlah merupakan hal yang baru. Yang baru adalah cara mendapatkan informasi yang lebih baik pada saat itu. Inovasi yang membuat hal ini menjadi kenyataan adalah computer elektronik.

            Komputer, relative merupakan peralatan baru, karena ia baru dikenal sejak sekitar tiga puluh lima tahun yang lalu. Pertama kali ia diterapkan dalam pengerjaan tugas bidang bisnis, terutama dalam peralatan akuntansi, namun akhir-akhir ini, ia dikenal sebagai alat penghasil informasi manajemen. Istilah Management Information System (MIS) (Sistem Informasi Manajemen) diciptakan untuk menjelaskan area aplikasi baru komputer ini. Pada mulanya, istilah tersebut menjelaskan semua sistem yang menghasilkan informasi bagi para manajer. Sekarang, MIS tidak lain adalah salah satu dari empat sistem yang berorientasi pada informasi. Sedangkan ketiga sistem yang berorientasi pada informasi lainnya adalah Sistem Penunjang Keputusan atau Decision Support System (DSS), Otomasi Perkantoran atau Office Automation (OA), dan Sistem Pakar atau Expert System. Keempatnya, ditambah dengan data processing system merupakan sistem informasi berbasis computer atau Computer Based Information System (CBIS).

              Komputer bahkan yang kecil dan yang paling murah, mempunyai kemampuan untuk menghasilkan informasi yang padat, tepat waktu dan akurat. Sistem yang menghasilkan informasi ini dirancang oleh para professional bidang komputer yang bekerja secara dekat dengan orang-orang yang akan menggunakan informasi, yaitu para pemakai. Kontrol yang dilakukan oleh perusahaan terhadap CBIS-nya sendiri disebut manajemen informasi atau Information Management. Istilah ini menyatakan bahwa informasi adalah sumber dan oleh karenanya ia dapat dikelola.


               Informasi sebagai salah satu sumber dasar yang ada bagi manajer, yaitu sumber yang hanya mempunyai nilai sebagaimana halnya makhluk, materi atau moneter. Informasi secara khusus mempunyai nilai karena ia akan memberikan sumber yang nyata lainnya. Pemberian ini akan menjadi lebih berperan bila perusahaan bertambah besar. Manajer pada stand kecil di lobi hotel dapat mengelola dengan cara mengamati unsur yang terlihat, yaitu penjual, petugas cash register, ruangan, dan pelanggan. Bila skalanya naik ke suatu perusahaan yang mempunyai ratusan atau ribuan karyawan, dengan operasi yang tersebar luas, maka manajer akan kurang dapat mengamati operasi fisik yang ada dan ia akan mengandalkan pada informasi yang memberikan gambaran operasinya. Ia menggunakan berbagai tampilan laporan dan informasi untuk mengetahui keberadaan perusahaan.

PEMBAHASAN

PENTINGNYA MANAJEMEN INFORMASI DALAM PERUSAHAAN

            Minat terhadap manajemen informasi telah meningkat sejak tahun-tahun terakhir ini, yaitu tidak hanya dalam dunia bisnis, namun juga di semua bidang dimana sumber dikelola. Dua alasan utama mengenai hal ini adalah: karena meningkatnya kekompleksan tugas manajemen dan keinginan untuk menggunakan peralatan pemecahan masalah yang lebih baik.




Meningkatnya kekompleksan tugas manajemen

            Manajemen selalu merupakan tugas yang sulit, bahkan sekarang ini ia lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Semua perusahaan yang termasuk dalam ekonomi internasional, teknologi bisnisnya akan menjadi lebih kompleks, kerangka watu untuk menetapkan keputusan juga makin rumit, dan terdapat pula tekanan baik dari pesaing dan masyarakat.

Keberadaan alat untuk memecahkan persoalan

            Sementara tugas manajer menjadi lebih kompleks, ada usaha untuk meningkatkan efektifitas dalam pemecahan masalah. Kesemuanya ini terpusat pada teknik kwantitatif dan peralatan elektronik, seperti computer. Selama tahun 1950-an, metematika tingkat lanjut digunakan untuk memecahkan masalah bisnis, biasanya dalam bidang manufaktur. Usaha awal ini disebut Operation Research (OR). Selama tahun 1960-an, istilah management science dikenal sebagai metode kwantitatif yang diterapkan dalam skala luas, misalnya dalam bidang keuangan dan marketing. Bertambahnya popularitas komputer pada akhir tahun 1960-an dan 1970-an menyebabkan adanya usaha untuk memanfaatkan peralatan elektronik ini untuk penghitungan matematika. Sekarang, manajer dapat mengakses komputer sentral dari terminal seperti mesin ketik. Di beberapa perusahaan, para manajer mempunyai mikrokomputer sendiri atau micros. Biasanya, micros ini di sambungkan ke komputer sentral untuk membentuk jaringan pemecahan masalah yang terpadu. 


Peranan Manajer dalam Pengelolaan Manajemen Informasi
Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:
  • Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
  • Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
  • Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

KETERAMPILAN-KETERAMPILAN MANAJEMEN

Keterampilan adalah suatu kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam praktis sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Keterampilan yang paling penting adalah keterampilan yang memungkinkan manajer bisa membantu orang lain sehingga menjadi lebih produktif di tempat kerja.

Robert L.Katz menggolongkan keterampilan dasar manajer menjadi tiga golongan, yaitu :

1.      Keterampilan Teknis (Technical Skill)
Kemampuan untuk menggunakan keahlian dalam melakukan tugas tertentu. Keterampilan ini sangat dibutuhkan bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah.

2.      Keterampilan Kemanusiaan (Human Skill)
Kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

3.      Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill)
Kemampuan untuk melihat situasi secara luas (Comprehensive) serta mampu memecahkan persoalan yang akan memberikan manfaat bagi mereka yang perlu diperhatikan.



Walaupun ketiga keterampilan tersebut penting namun tingkat kepentingan masing-masing cenderung berbeda-beda sesuai dengan tingkat tanggung jawab manajerial dan tergantung pada tipe organisasi, tingkat manajerial dan fungsi yang sedang dilaksanakan.



Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:

1.      Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.


       Keterampilan membuat keputusan

              Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

Manajemen dan system perusahaan

Orientasi sistem atau system orientation sering diasosiasikan dengan manajemen modern. Dalam melakukan orientasi semacam itu, manajer harus melihat perusahaannya sebagai sebuah keterpaduan unit fungsional yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama. Unit dipadukan oleh masuknya sumber, seperti materi dan informasi, dan keberadaan tiap unit tergantung pada unit yang lain.

Untuk melengkapi orientasi sistem ini, manajer harus mengetahui kepentingan lingkungan perusahaan. Perusahaan tidak hanya melihat pada lingkungan yang memberikan sumber kehidupannya, namun ia juga harus memberikan konstribusi ke lingkungan tersebut.

Dengan menganggap operasi bisnis sebagai sistem yang terpadu dengan seting lingkungan yang lebih luas, berarti ini merupakan cara pemikiran yang abstrak. Namun, hal ini akan berguna bagi manajer. Ia akan mencegah manajer tersesat dalam detail pekerjaannya dan ia menekankan adanya kepastian bahwa semua bagian organisasi telah bekerja secara bersama-sama.

DATA DAN INFORMASI 

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.

Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.

Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui

KOMPUTER SEBAGAI ELEMEN DALAM SISTEM INFORMASI


Unit yang paling penting adalah CPU (Central Processing Unit) yang mengendalikan semua unit sistem komputer yang lain, dan mengubah input menjadi output.

CPU mencakup satu unit penyimpanan yang disebut PRIMARY STORAGE, yang berisi data yang sedang diolah, yaitu suatu daftar instruksi yang mengolah data.

Istilah Software digunakan untuk menggambarkan satu atau beberapa program aplikasi.
Control Unit, membuat unit bekerja sama untuk membentuk suatu sistem.

Aritmatic Logical Unit, tempat berlangsungnya operasi perhitungan dan logika.

Nama Processor, digunakan untuk menggambarkan isi Control Unit dan ALU yang mengolah isi “Penyimpanan Primer”.

Karena Penyimpanan Primer terbatas kapasitasnya, diperlukan suatu area penyimpanan tambahan, yang disebut dengan “Penyimpanan Sekunder”, yang menyediakan tempat untuk menyimpan program dan data saat tidak diperlukan.
 
Program yang disimpan Software Library.
 
Data yang disimpan Database.
 
Hasil pengolahan tersebut dicatat oleh Unit Output.

EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

            Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis difokuskan pada data. Kemudian, terdapat lagi penekanan pada informasi dan pembuatan keputusan. Sekarang, komunikasi dan konsultasi mendapatkan perhatian yang besar.

Fokus data (SIA/EDP)

            Selama era prakomputer, perusahaan umumnya mengabaikan keperluan informasi bagi manajer. Hal ini berlanjut sampai munculnya komputer yang pertama, karena komputer pada saat itu hanya terbatas penggunaannya pada aplikasi akuntansi.

            Selama periode ini, yang berakhir sampai pertengahan tahun 60-an, aplikasi komputer disebut electronic data processing (pemrosesan data elektronik) atau EDP. Istilah ini tidak sesuai untuk digunakan lagi, karena bila digunakan ia mempunyai konotasi yang negatif. Ini berarti terbatasnya penggunaan komputer yang hanya untuk memproses data akuntansi, bukannya untuk menghasilkan informasi manajemen.

            Istilah yang kita gunakan untuk menjelaskan aplikasi komputer utama ini, yang hal ini masih dilakukan, adalah data processing (pemrosesan data) atau DP. DP menghasilkan beberapa informasi, walaupun hal tersebut bukanlah misi utamanya.

Fokus Informasi (SIM)

            Beberapa orang yang mempunyai pandangan luas menganggap bahwa komputer dapat melakukan hal yang lebih daripada sekedar memproses data. Diantara mereka ini adalah H.P Luhn dan Stephen E. Furth dari IBM, yang mengembangkan penggunaan komputer yang dikenal dengan information retrieval (pemanggilan informasi). Pengembangan ini terjadi selama akhir tahun 50-an dan awal tahun 60-an. Pemanggilan informasi tidak melakukan kalkulasi ataupun akumulasi. Ia dimaksudkan hanya untuk penyimpanan data khusus, seperti judul dan abstraksi dari publikasi cetak atau dari isi catatan pengadilan. Pemanggilan informasi adalah langkah pertama menuju penggunaan komputer sebagai sistem informasi.

            Pada tahun 1964, generasi baru dari peralatan komputerisasi diperkenalkan, yang sangat berpengaruh terhadap cara penerapan komputer. Komputer baru tersebut adalah yang pertama kali menggunakan sirkuit chip silikon, dan ia menawarkan kemungkinan terhadap daya yang lebih besar untuk tiap dollar yang dikeluarkan. Sebuah perusahaan dapat mulai menggunakan komputer yang lebih cepat dan memiliki unit penyimpanan berkapasitas besar ini. Dengan peralatan komunikasi ini maka biaya secara relatif dapat dikurangi. Konsep penggunaan komputer sebagai Management Information System (MIS) ini dikembangkan oleh pabrik komputer untuk melengkapi peralatan tambahan. Konsep MIS menandakan bahwa aplikasi komputer harus dilakukan untuk mencapai tujuan utama, yaitu menghasilkan informasi manajemen. Konsep tersebut secara cepat digunakan oleh berbagai perusahaan yang besar, karena perusahaan tersebut menyadari akan pentingnya mendapatkan informasi manajemen.

            Jalan yang ditempuh oleh perusahaan perintis ini tidaklah mudah. Hasil yang nyata seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa sebab kenapa usaha penggunaan MIS yang pertama ini gagal, yaitu kurangnya pemahaman umum mengenai komputer oleh para pemakai, pengabaian peranan manajemen oleh spesialis informasi, peralatan komputerisasi yang mahal dan terbatas oleh standart, dan sebagainya. Namun, kesalahan utama yang ada dalam penggunaan awal dari sistem ini adalah bahwa mereka terlalu ambisius. Perusahaan yakin bahwa ia akan dapat membangun sistem informasi raksasa untuk mendukung kerja para manajer. Rancangan sistem dibuat besar dan dengan cepat, sehingga akhirnya tak dapat dikelola dengan baik. Beberapa perusahaan tetap bertahan untuk menggunakannya, menginvestasikan lebih banyak lagi sumber, dan akhirnya mengembangkan sistem yang dapt bekerja , walaupun sistem tersebut tidak sesuai dengan yang direncanakan pada awalnya. Sedangkan perusahaan yang lain memutuskan untuk membatalkan ide tentang MIS dan kembali menggunakan EDP.

Fokus pada pendukung keputusan 

            Sementara banyak yang mengamati perjuangan perusahaan untuk menggunakan MIS raksasa dengan baik, beberapa ilmuwan informasi pada Massachusets Institute of Technology (MIT) melakukan formulasi pendekatan yang berbeda. Ilmuwan ini adalah S. Scott Morton, G. Anthony Gorry, dan Peter G.W. Keen, dengan konsep yang dinamakan decision support system (sistem penunjang keputusan) atau DSS. DSS adalah informasi yang menghasilkan sistem yang ditujukan untuk masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan untuk menghasilkan keputusan yang harus dibuat.

            Masalah yang dapat dipecahkan dengan baik oleh DSS adalah masalah yang bersifat semistruktur. Structured problem (masalah terstruktur) dalah masalh yang elemennya diketahui dan hubungannya dapat ditentukan. Unstructured problem (masalah tak terstruktur) adalah kebalikannya, yaitu tak ada elemen ataupun hubungnnya yang dapat diketahui. Semistructured problem (masalah semi terstruktur) adalah bahwa beberapa elemen dan hubungannya dapat diketahui dan dimengerti, dan bebrapa diantaranya tidak dapat diketahui.  Daripada menginstal satu MIS raksasa, lebih baik menggunakan pendukung DSS yang di fokuskan pada masalah yang terpisah dan merancang satu atau lebih DSS untuk masing-masing.

            Pandangan penggantian MIS dengan DSS. Beberapa orang berfikir untuk mengganti MIS dengan DSS, dan mereka menganggap bahwa konsep MIS adalah kuno. Salah satu kritik yang sering kita dengar adalah bahwa MIS memuati manajer dengan terlalu banyak informasi yang tak dibutuhkannya. Hal ini biasanya terjadi pada tahap awal, namun hal ini tidak akan terjadi selanjutnya bila konsep MIS tidak rusak. Kegagalan tersebut dikarenakan konsep tersebut dilakukan atau diterapkan dengan tidak benar.

            Pandangan bahwa DSS dan MIS berada dalam Hirarki. Beberapa orang mengganggap bahwa DSS, MIS, dan DP berada dalam satu hirarki, dimana DSS paling atas dan DP yang paling bawah. DSS memberikan dukungan pemecahan masalah yang paling banyak, dengan melibatkan manajer secara aktif dan dengan cara membuat software analisis khusus sebagai pendukung database. Sebaliknya, MIS berperan lebih pasif yang hanya memberikan informasi yang kemudian informasi tersebut harus diterjemahkan dan dijalankan oleh manajer.

            Pandangan bahwa MIS adalah sumber yang bersifat organisasional. Pandangan yang ketiga ini menganggap bahwa MIS ditujukan untuk informasi penyelesaian masalah pada kelompok manajer dengan cara umum, sedangkan DSS ditujukan untuk memberikan dukungn ke manajer tertentu dengan cara yang khusus. 

Fokus pada komunikasi

            Selama waktu pengembangan DSS, kepentingan dan minat difokuskan pada aplikasi komputer lain, yaitu office automation (otomatisasi kantor) atau OA. OA dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi dan meningkatkan produktifitas diantara manajer dan pekerja kantor dengan penggunaan peralatan elektronik dan elektromekanik. OA dimulai pada tahun 1964, ketika IBM mengeluarkan produk Magnetic Tape/ Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata yang telah terekam pada tape magnetik.

            Operasi pengetikan otomatis segera ditansfer ke kelas sistem yang kecil, yang dirancang secara khusus untuk word processing. Sistem kecil ini disebut word prosesor. Selama periode waktu ini, pemakai sistem komputer yang besar menyadari bahwa word prosesing dapat dilakukan dari terminal keyboard yang disambungkan ke komputer. Software word prosesing tertentu memungkinkan komputer sentral untuk melakukan fungsi yang sama seperti komputer word prosesor stand-alone. Langkah berikutnya adalah melakukan word prosesing pada mikrokomputer, dan akhir-akhir ini cara ini banyak diminati.

            Selain digunakan untuk word prosesing, office automation juga dikembangkan agar mencakup aplikasi lain, seperti telekonferensi, pengiriman suara, pengiriman elektronik, pengkalenderan elektronik, transmisi faksimile, dan desktop publishing.

Fokus Konsultasi

            Belakangan ini ada perubahan, yaitu adanya penerapan artificial intelligence (AI) untuk masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melakukan beberapa pemikiran logis seperti manusia. Subklas khusus dari AI yaitu expert system mendapatkan perhatian yang besar. Expert system adalah sistem yang berfungsi sebagai spesialis dalam suatu area. Sebagai contoh, expert system dapat memberikan beberapa bantuan kepada manajer, sama seperti yang diberikan oleh konsultan manajemen. Selama beberapa tahun yang akan datang, kita dapat mengharapkan expert system ini akan memainkan peranan yang lebih penting seperti halnya perusahaan yang telah memolopori aplikasi inovatif ini.


UPAYA PENCAPAIAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

            Divisi marketing dari suatu perusahaan asuransi jiwa berukuran menengah menggunakan sistem informasi yang terdiri dari buku catatan yang dicetak dengan komputer, yang disiapkan secara bulanan. Beberapa cetakan ini dimaksudkan untuk membantu mnajer marketing dalam merencanakan penempatan orang yang akan menjalankan program di masa yang akan datang.
            
                       Dengan bekerja sama, spesialis informasi dan manajer marketing telah bergerak ke tahap yang lebih jauh. Program komputer yang menyiapkan lembaran/cetakan ini dapat dianggap sebagai sistem pendukung keputusan. DSS membantu manajemen marketing dalam memecahkan masalah mengenai penetapan kekuatan penjualan untuk mencapai tujuan perusahaan. 


Sumber :

Saturday, 22 June 2013

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Google

 
  1. Semangat kerja keras dan pantang menyerah
Pada awal mula Google berdiri, Larry dan Sergey harus mengumpulkan komputer-komputer bekas untuk memenuhi kebutuhan server mereka. Mereka rela bekerja di garasi yang mereka sewa dan bekerja disana siang dan malam.

Ketika mesin pencari yang mereka berhasil dan sukses dibandingkan dengan saingan mereka, tidak serta merta kesuksesan financial ada pada pihak mereka. Pada mulanya Google pernah ditawarkan ke Altavista seharga satu juta dollar tetapi ditolak. Dan pernah juga ditawarkan ke Yahoo tetapi ditolak juga, padahal sekarang Google adalah penyuplai data terbesar ke Yahoo untuk menyediakan data kedalam mesin pencarian mereka.

Juga ketika mereka sudah mendapatkan modal tidak serta merta Google langsung mendapatkan keuntungan. Lebih dari 1 tahun google tidak menghasilkan apa-apa. Baru seteleh ditemukannya system periklanan baru dalam mesin pencarian mereka, Google mulai menghasilkan banyak uang ke pundi-pundi mereka.

2. Kumpulkan pengguna baru kumpulkan uang

Ini menurut saya adalah strategi yang paling bagus yang mereka ambil. Google tidak pernah memungut biaya untuk menggunakan mesin pencari mereka. Mereka bebas memakainya. Seperti teleivisi dan radio,semua bebas menikmatinya. Semakin banyak penggunanya semakin banyak pula pemasang iklan yang akan meminatinya, dan inilah yang telah dilkukan Google. Tidak seperti vendor-vendor lainnya yang mengharuskan membayar sekian dollar untuk produk-produk mereka ,tetapi Google mengratiskannya. Seperti Google Destop dan Google Earth yang bebas untuk dipakai oleh siapa saja.

3. Inovasi tiada henti

Google adalah tempat para pakar memikirkan bagaimana memecahkan masalah terlebih dahulu baru kemudian memikirkan produk. Baru setelah produk jadi mereka boleh bingung bagaimana menjual produk mereka.

4. Hargai karyawan

Ini adalah keputusan yang hebat lainnya yang diambil para pendiri Google dalam rangka menciptakan suasana kerja di tempat mereka yang sering disebut Googleplex. Di kantor Google, para programmernya masih sempat bermain bilyard,para assistennya masih sempat makan cemilan. Bahkan Google menyediakan koki khusus untuk menyiapkan makan siang mereka. Tiap hari selalu ada menu istimewa.
Semua karyawan diberlakukan seperti keluarga, makan siang gratis, minuman keseatan cuma-Cuma, layanan binatu, peñata rambut, dokter umum, dokter gigi, tukang cuci mobil, tempat penitipan anak, fasilitas kebugaran lengkap dengan pelatihnya,tukang pijat.

Sarana dan prasarananya juga dibangun seperti volley pantai, futsal dan hoki sepatu roda. Untuk antar jemput karyawannya Google menyediakan bis antar jemput yang dilengkapi internet wireless dengan akses cepat. Jadi sewaktu-waktu para programmernya bisa langsung kerja.

5. Don’t be evil

Apa yang membedakan Google dengan mesin-mesin pencari lainnya adalah kejujurannya. Jika mesin pencari lainnya pada mulanya adalah hasil pencarian yang menduduki rangking paling atas adalah yang membayar yang paling tinggi, sedangkan Google tidak. Hasil pencarian Google yang menduduki paling atas adalah situs-situs yang paling banyak direferensikan oleh situs-situs lainnya. Sistem ini disebut PageRank (mungkin diambil dari nama belakang dari Larry Page).
Google selalu memisahkan antara hasil pencarian Google sendiri dengan iklan-iklan yang ada keterkaitannya dengan pencarian.

Dalam sejarah penemuan kapitalis yang kaya raya, Thomas A. Edison membutuhkan waktu seperampat abad untuk menemukan bola lampu, Alexander Graham Bell memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengembaangkan telepon. Henry Ford memerlukan waktu 10 tahun lebih untuk menemukan methode perakitan mobil sehingga bias dijual secara masssal,Thomas Jr harus bekerja keras juga bertahun-tahun supaya IBM dapat meluncurkan computer modern, tetapi Google hanya memerlukan waktu 5 tahun!.

Sejarah Pesawat N250 Indonesia Yang Memilukan

Kutipan Majalah Tempo:
Bandung, 10 Agustus 1995.
Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, diliputi keriangan suasana perhelatan. Presiden Soeharto bersama seluruh pejabat terpenting Republik tumplek ke lapangan terbang itu. Sementara itu, jauh di atas angkasa, pesawat N-250 Gatotkaca tengah melesat sembari menorehkan momen-momen emas dalam sejarah kedirgantaraan Indonesia.

Tepuk tangan bergemuruh saat Erwin Danuwinata, pilot penguji pesawat komuter N-250 Gatotkaca—berkapasitas 70 penumpang—mendaratkan pesawatnya dengan mulus di landasan setelah terbang perdana selama 56 menit. Presiden Soeharto, yang tak mampu menahan rasa harunya, berpidato: “Keberhasilan uji coba penerbangan pesawat N-250 adalah tonggak bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena berhasil merancang sendiri pesawat modern.”

Presiden menambahkan, pesawat N-250 adalah produk andalan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) karena dirancang bangun sepenuhnya oleh putra-putri Indonesia. Penerbangan tersebut sekaligus menjadi hadiah istimewa bagi Republik Indonesia, yang sepekan kemudian merayakan hari jadi ke-50.

Pertanyaan berikutnya adalah dimana N-250 sekarang??
Saya akan bercerita sedikit tentang N-250,

Performa Pesawat


Pesawat ini menggunakan mesin turboprop 2439 KW dari Allison AE 2100 C buatan perusahaan Allison. Pesawat berbaling baling 6 bilah ini mampu terbang dengan kecepatan maksimal 610 km/jam (330 mil/jam) dan kecepatan ekonomis 555 km/jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turprop 50 penumpang. Ketinggian operasi 25.000 kaki (7620 meter) dengan daya jelajah 1480 km.

Berat dan Dimensi


Rentang Sayap : 28 meter
Panjang badan pesawat : 26,30 meter
Tinggi : 8,37 meter
Berat kosong : 13.665 kg
Berat maksimum saat take-off (lepas landas) : 22.000 kg














Sejarah

Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, Indonesian Aerospace) pada Paris Air Show 1989. Pembuatan prototipe pesawat ini dengan teknologi fly by wire pertama di dunia dimulai pada tahun 1992. Pesawat ini terbang selama 55 menit pada tanggal 10 Agustus 1995.
Pada saat itu saingan pesawat ini adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300.
Kalau anda membaca spesifikasi tersebut maka anda akan menemukan bahwa N-250 adalah pesawat turboprop pertama yang menggunakan teknologi fly by wire.Jadi sebenarnya apa yang salah sehingga pesawat ini belum juga dapat diproduksi kemudian dijual??

Kita harus ingat bahwa pesawat terbang sipil dan militer memiliki syarat yang berbeda agar mereka dapat diijinkan untuk dapat dijual. N-250 sebagai pesawat sipil harus memenuhi syarat dari ICAO, yaitu bahwa setiap pesawat sipil sebelum dapat dijual harus memenuhi syarat mendapat sertifikasi dari beberapa negara (saya lupa jumlah negara yang harus memberi cleareance) yang menyatakan bahwa pesawat tersebut layak beroperasi dibeberapa negara dengan iklim yang berbeda.

Seingat saya, terakir N-250 sempat melakukan ujicoba dinegara norwegia, untuk menguji bahwa N-250 layak beroperasi dinegara dengan iklim dingin. Tetapi kemudian pada tahun 1997-1998 krisis finansial menimpa negara tercinta kita.. Syarat agar IMF mau mengucurkan dana kepada kita adalah semua subsidi untuk IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) harus dicabut. Maka berakhir pula proyek N-250, karena IPTN tidak memiliki sumber dana lagi untuk mengadakan sertifikasi dibeberapa negara, karena selama ini penghasilan IPTN hanya berasal dari subsidi pemerintah dan kontrak pembelian pesawat yang  dilakukan oleh TNI dan beberapa negara ASEAN yang nilainya sangat kecil, bahkan kontrak pembelian pesawat CN-235 pernah tidak dibayar dengan uang (anda masih ingat ketika pesawat produksi IPTN dibayar dengan beras ketan oleh pemerintah Thailand?).. Sehingga sampai sekarang N-250 belum dapat dijual oleh PT. DIkarena masih terganjal masalah sertifikasi…

Sedikit curhat soal IPTN, menurut saya, IPTN juga mengalami kesalahan organisasi. Sebagai industri yang bergerak dibidang padat modal, IPTN mengalami masalah tenaga kerja yang membengkak hingga 9,000 orang (yang sebagian besar harus dirumahkan pada tahun 2003) hingga membuat masalah pada penggajian, karena sebagian besar pendapatan IPTN berasal dari subsidi pemerintah. Selain itu fokus IPTN seharusnya pada pesawat latih yang tidak perlu terlalu banyak sertifikasi seperti pesawat transport sipil. Oh ya, jgn lupa soal engineer kita yang bekerja keluar negeri setelah IPTN kolaps, isu terakhir menyebutkan engineer kita turut membantu modernisasi f-14 milik Iran lho….

Kembali ke masalah N-250, mungkin kah proyek ini dihidupkan kembali??
Pertengahan tahun lalu, didalam majalah angkasa engineer PT DI berencana untuk menghidupkan kembali
N-250 menjadi N-250R yaitu N-250 tanpa menggunakan fly by wire (agar harga pesawat bisa kompetitif dengan pesaing dikelasnya).

Saya percaya teman-teman di PT DI mampu membuat N-250 terbang kembali, pertanyaan saya adalah apakah tersedia pasar untuk pesawat transpor menggunakan baling-baling?? Jika anda diharuskan memilih maka saya yakin anda akan memilih menggunakan pesawat jet dibanding pesawat menggunakan baling-baling iya kan?? Lagipula negara ini bukan seperti China, yang begitu mampu memproduksi pesawat sendiri, maka maskapai penerbangan dalam negeri akan langsung berbondong-bondong mengantri untuk membelinya..

Saya jadi teringat perkataan seorang pejabat negara beberapa waktu lalu, ketika Merpati diminta untuk menegosiasikan (baca: menunda) pembelian pesawat dari China.. Ia langsung, menyarankan agar Merpati menggunakan saja N-250.. semoga semakin banyak pejabat negara seperti dia… Kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi kita akan menggunakan produk dalam negeri…

Sumber :
http://aannurefendi.wordpress.com/2012/03/17/sejarah-pesawat-n250-indonesia-yang-memilukan/

Wednesday, 19 June 2013

Kepemimpinan Steve Jobs



1.      Kepemimpinan Steve Jobs, Karisma Apa itu karisma? Dalam buku Dubrins tentang kepemimpinan dia menunjukkan karisma sebagai "melibatkan hubungan antara pemimpin dan orang yang dipimpin". Ia selanjutnya menunjukkan pentingnya "manajemen dengan inspirasi" saat ia menyebutnya dan diamenunjuk ke gaya komunikasi yang berbeda dari pemimpin karismatik. Pada dasarnya, karisma adalah aspek kunci dari kepemimpinan .Steve Jobs terkenal karena kemampuannya dalam memberikan pidato dan memikat perhatian penonton. Dia mampu memikat karyawan dan penonton dengan kemampuan evangelist. Dalam hal ini kita dapat mengamati bahwa dia dimiliki kemampuan karismatik dengan mengkomunikasikan ide-idenya menggunakan metafora, analogi dan cerita. Menariknya, saat presentasi produk baru Apple "iPad" dia akan duduk di sofa karena untuk membuat skenario yang membantu penampil dan pendengar untuk membayangkan adegan Minggu pagi di rumah, menggunakan produk baru ini saat membaca koran. Jobs kemudian mulai membuka halaman web koran Amerika. Dengan menciptakan kisah-kisah di kepalapenonton, dia mengkomunikasikan keunggulan produk yang paling efisien. Dia adalah pembicara yang berbakat dengan kemampuan luar biasa (referent power).
2.      Karisma Jobs sangat bergantung pada pengetahuan yang mendalam dan pemahaman tentang teknologi yang ia dalami (expert power). Pengetahuan teknis Jobs tidak dapat melakukannya. Bagaimanapun, Jobs telah mendirikan Apple bersama dengan Wozniak dan bersama-sama mereka mengembangkan perangkat keras yang pertama. Tentu pemahaman Jobs tentang teknologi dapat dikombinasikan dengan bakat visionernya membantu dia untukmengembangkan visi lalu mengkomunikasikannya secara efisien untuk eksekusi, kepada parakaryawannya. Sifat karismanya memungkinkan dia untuk membangkitkan antusiasme karyawan (keterlibatan kerja) untuk menjadi lebih baik dengan melakukan tugas-tugas yang tampaknyamustahil, dan juga meyakinkan pelanggan untuk membeli produk Apple.Personalisasi kepemimpinan Jenis karismanya dapat digambarkan sebagai yang telah dipersonalisasi. Ini berarti yang terutama berfungsi adalah kepentingan sendiri dan latihan hanya hambatan kecil pada penggunaan kekuasaan. Dalam kasus Jobs ini berarti bahwa ia tidak hanya memotivasi dengan bercerita, tetapi juga dengan kekerasan. Jobs digambarkan oleh beberapa orangsebagai orang yang manipulatif, tidak jujur, dan kasar.Indikasi ini dapat ditemukan ketika ia mengatakan, " My job is to not be easy on people. Myjob is to make them better. My job is to pull things together from different parts of thecompany and clear the ways and get the resources for the key projects. And to take thesegreat people we have and to push them and make them even better, coming up with moreaggressive visions of how it could be." Ia ingin orang-orang mengikutinya, mengharapkan ketaatan dan lebih dari itu nampak keluar dari minatnya sendiri karena bekerja di Apple adalah tujuan yang berharga dalam hidupnya.Sebagai kesimpulan, kita bisa mengatakan bahwa ia adalah tipe visioner yang mengkomunikasikan visi dengan baik dalam cerita. Visi dan caranya dalam berkomunikasiitu adalah atribut utama yang membuat Jobs dianggap sebagai karismatik. Perilaku Kepemimpinan
3.      Karena perilaku manipulatifnya ia dianggap oleh beberapa karyawan sebagaiotokratis. Perilakunya dalam pertemuan misalnya digambarkan sebagai kasar, berwibawa danmenjengkelkan.Dubrin menjelaskan pentingnya pertimbangan dan memulai struktur. Pertimbangan maksudnya untuk tingkat seorang pemimpin menawarkan dukungan emosional, sementarastruktur adalah cara mengorganisasi pekerjaan, yaitu dengan jadwal, perintah, pedoman, dll. "Menyelesaikan pekerjaan” merupakan prioritas utama mereka.Karena sifat perfeksionisnya, Jobs mendominasi keberadaan yang membuat beberapa karyawan takut. Ini akan membuat kita mengasumsikan bahwa tingkat pertimbangannya agak rendah (selain itu ia akan peduli tentang ketakutan orang-orang dan mencoba untuk melawanitu) dan tingkat struktur memulainya agak tinggi, seperti yang kita lihat dalam paragraph "karisma". Namun, dalam beberapa tahun kemudian, ia menunjukkan kehangatan dan mengurangi balasdendam terhadap karyawannya. Bahkan, nilai persetujuan oleh karyawannya sekarang menunjukkan Jobs harus mendapatkan persetujuan 90%. Namun demikian, tidak semuanya jelas bahwa nilai ini didasarkan pada dia yang menjadi lebih lunak pada orang akhir-akhir ini atau hanya pada kekaguman orang kepadanya karena kesuksesannya. Gaya kepemimpinan Otokratis Jobs tampaknya bersifat micromanagement di Apple. Jobs mengakui bahwa ada sekitar 100orang melapor langsung padanya. Seperti disebutkan di atas, ia dianggap sebagai otokratis.Kenyataan bahwa begitu banyak individu melaporkan kepadanya secara langsung merupakan keinginan untuk menahan semuanya di tangannya. Total kontrol tentu merupakan dasar kepemimpinan ini.Dubrin menggambarkan seorang pemimpin otokratik sebagai orang yang mengatakan apayang harus dilakukan orang lain, menegaskan diri mereka sendiri, dan melayani sebagai model untuk anggota tim. Sebaliknya, pemimpin yang partisipatif akan tertarik untuk mendengar pendapat orang lain dan mengintegrasikan mereka ke dalam keputusan kelompok,
4.      Baik secara demokratis, dengan cara mencari konsensus atau konsultasi (berkonsultasi dengan semua anggota kelompok, kemudian memutuskan).Penulis berasumsi bahwa jumlah kepemimpinan partisipatif Jobs rendah. Merupakan anekdotrumor bahwa dia adalah peserta agak kasar dalam rapat dan sangat tidak sabaran. Perilaku ini tentu tidak memberikan apa-apa untuk orang yang ingin menyuarakan pendapat mereka dan berpartisipasi. Sebaliknya, Dubrin menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif mengharuskan untuk "pendekatan kerja sama tim" di mana pemimpin tidak mencoba untuk mendominasi grup tersebut. Entrepreneurial Pada saat yang sama Jobs digambarkan sebagai sorang entrepreneur: "Jobs mungkin seorang multibillionaire, tapi itu mengurangi etos kerjanya. Dia membawa energi entrepreneur untukmembuat banyak CEO melihatnya di bawah mereka”. Dubrin mendefinisikan seorang entrepreneur sebagai seseorang dengan kemauan yang kuat untuk berprestasi dan mengambil risiko yang masuk akal, tinggi antusiasme, kecenderungan untuk bertindak cepat pada kesempatan, tidak sabar, visioner, di antara yang lainnya. Dari pembahasan di atas kita telah melihat, bahwa Jobs dapat disebut antusias dan visioner, tidaksabar dan memiliki kemauan yang kuat untuk berprestasi. Selain itu, Jobs mengambil risikodan menangkap peluang berkali-kali dalam karirnya, misalnya ketika meninggalkan Apple (meskipun dipaksa) dan memimpin Pixar menuju kesuksesan, hanya untuk datang kembali ke Apple beberapa tahun kemudian dan menyelamatkan perusahaan dari selat mengerikan padawaktu itu.Lalu semangat kewirausahaannya juga ditunjukkan oleh fakta, bahwa ia berulang kali memperkenalkan kepada dunia produk yang merevolusi industri hiburan dan bagaimanamedia hiburan dibagikan (misalnya: iPhone dan iPod sebagai perangkat media, dan iTunessebagai saluran distribusi). Pemimpin Transformasional Dubrin mendefinisikan seorang pemimpin transformasional sebagai salah satu yang "membawa besar, perubahan positif bagi organisasi, kelompok atau masyarakat". Seperti
5.      Yang baru saja kita tahu, Jobs telah mengubah beberapa perusahaan selama bertahun-tahun. Dia telah mengubah Pixar menjadi sukses. Dia memiliki semua atribut penting untuk dipertimbangkan, didasarkan pada beberapa persyaratan yang Dubrin sebutkan: dia memimpin dengan contoh, ia melakukan pemberdayaan, ia memiliki visi dan seperti yang disebutkan dia bisa dianggap sebagai karismatik. Namun, ia tampaknya kurang memiliki kualitas manusiawi seorang pemimpin transformasional, yang juga disebutkan sebagai prasyarat untuk seorang pemimpin transformasional oleh Dubrin, yaitu: kecerdasan emosi, dorongan pribadi, membangun kepercayaan (Apple terkenal kerahasiaannya, bahkan diakui oleh Jobs sendiri: "Hal ini umumnya bukan merupakan kebijakan Apple untuk menyebutkan rencana kami untuk masadepan, kami cenderung berbicara tentang hal-hal yang baru saja kami capai") dll. Motif kekuasaan Dalam pertanyaan mengapa seseorang berusaha untuk kekuasaan, Dubrin menjelaskan duamotif utama: pribadi dan motif kekuatan sosial. Dalam kasus Jobs tidak tampak cocoksepenuhnya. Motif kekuasaan pribadi akan memerlukan perjuangan untuk mendapatkan status, uang dan kemewahan, sesuatu yang sulit untuk diberikan kepada Jobs. Motif kekuasaan sosial akan memerlukan penggunaan kekuasaan untuk kebaikan yang lebih besar, atau untuk membantu orang lain. Kita mungkin meninggalkan deskripsi motif untuk dirinya sendiri, dengan mengutip kata-katanya:"Your time is limited, so don‟t waste it living someone else‟s life. Don‟t be trapped by dogma– which is living with the results of other people‟s thinking. Don‟t let the noise of others‟opinions drown out your own inner voice; and the most important, have the courage to followyour heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become.Everything else is secondary". Motifnya terlihat egois, tapi tidak ada persyaratan khas motif kekuasaan pribadi. Mungkin kita dapat mengasumsikan bahwa kekuatan bukan merupakan pendorongnya, setidaknya,ketika kita percaya kata-katanya, tetapi baginya kekuasaan adalah sesuatu yang harus untukapa yang benar-benar mendorongnya: prestasi dalam dirinya sendiri.
6.      Key of Success Steve Jobs merupakan salah satu sosok pemimpin bisnis yang paling menonjol saat ini.Meskipun ia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya, namun Jobs terbukti menjadi salah satu entrepreneur yang tersukses di dunia. Apa yang menjadi keunggulan Jobs dan bagaimana gaya kepemimpinannya yang unik menjadi kunci kesuksesan Apple? Berikut ini adalah ulasannya.Visioner Steve Jobs merupakan salah satu pemimpin yang paling visioner, dimana ia selalu mempunyai visi jangka panjang, yang kemudian membuktikan bahwa langkah yang ia ambilmerupakan langkah revolusioner. Macintosh, misalnya, yang diluncurkan pada awal tahun1984, merupakan PC pertama yang menggunakan mouse, serta dilengkapi graphical userinterface (GUI), bukan hanya command-line interface. Hingga saat ini, PC pasti dilengkapi dengan mouse juga GUI. Hingga kini, iPod menjadi MP3 player terpopuler di dunia, dan iPhone juga menjadi salah satu most wanted gadget di seluruh dunia.
7.      Produk-produk Apple Inc Visinya terhadap Pixar, yang pertama kali memproduksi film animasi dengan computer, juga terbukti sukses luar biasa, dan berhasil menelurkan beberapa blockbuster di pasar, seperti ToyStory, A Bugs Life, Toy Story 2, Finding Nemo, The Incredibles, Ratatouille, hingga yang terakhir Wall-E. Customer-Driven Salah satu keunggulan Steve Jobs adalah, dia melakukan inovasi produk yang berdasarkan customer-driven. Meskipun mungkin dia lebih mengutamakan intuisi dibandingkan pendapatlain seperti riset pasar, namun Jobs mempunyai intuisi yang kuat mengenai apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggannya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam produk Apple, mulai dari Macintosh, iMac, iPod, hingga iPhone, yang selalu mengutamakan user interface, yang intinya memberikan kemudahan dan convenience bagi penggunanya. Selain itu, Apple juga dikenal dengan customer experience yang unggul, berdasarkan riset„customer experience index‟ yang dikeluarkan Forrester untuk tahun 2008 yang menempatkannya di posisi pertama dengan nilai 80%, mengalahkan perusahaan raksasa lainnya di dunia. Salah satunya mungkin disebabkan oleh ritel Apple yang menyediakankonsultasi gratis di tempat. Micromanager yang Kharismatik Di lingkungan kerja Apple, Steve Jobs dikenal sebagai pemimpin yang gaya kepemimpinannya seperti micromanager, yakni banyak menuntut dan cenderung egois. Salahsatu kritik yang banyak ditujukan kepadanya adalah bagaimana ia selalu menginginkan segala sesuatu dijalankan sesuai dengan caranya.Justru ini menjadi kunci sukses Apple, yakni karena Steve Jobs mampu untuk mengarahkan orang-orang yang dimilikinya untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernahdilakukan, karena hal ini penting untuk pencapaian visi dan rencana yang telah dirancangoleh Jobs. Intinya, gaya micromanager Steve Jobs berimplikasi positif karena Steve Jobssudah mengetahui dengan pasti apa yang ingin dicapai dan bagaimana mencapainya,sehingga ini seakan menjadi pecut bagi karyawannya untuk mencapai kesuksesan yang dicita-citakan. FokusSalah satu kunci kesuksesan Steve Jobs dalam memimpin Apple adalah menjadikan merekauntuk fokus ke dalam digital hub strategy. Strategi yang diperkenalkan Apple sejak tahun 2001, hingga saat ini menjadi fondasi dan fokus bagi Apple. Tujuan utama dari strategi ini adalah memungkinkan pengguna untuk memperoleh akses terhadap content hiburan dimanadan kapanpun mereka ingnkan.Awalnya, Apple hanya meluncurkan iPod, kemudian didukung dengan iTunes yang sontak menjadikan musik format digital menjadi hit di seluruh dunia, dan menjadi game-changer diindustri musik. Selanjutnya, Apple juga mengembangkan berbagai aplikasi pendukung
8.      30. produk-produknya, seperti iPhoto, iMovie, iDVD bahkan hingga system operasi Mac OS.Seluruh pengembangan yang dilakukan Apple terkait dengan focus pada „digital hubstrategy‟ mereka termasuk produk-produk terbarunya kini yakni iPod Touch dan iPhone yangkini laris manis di seluruh dunia.Demikian adalah beberapa karakteristik dari kepemimpinan Steve Jobs yang unik, dan tidakdimiliki oleh banyak orang. Kepemimpinan Steve Jobs yang visioner dan kuat mampu membawa Apple menjadi salah satu raksasa terbesar di dunia saat ini.
9.      LESSON LEARNED Banyak pelajaran yang dapat diambil dari kepemimpinan Steve Jobs sebagai CEO Apple Inc.Pengalaman hidupnya dari seorang anak angkat keluarga kurang mampu hingga menjadimultibillionaire juga bisa menginspirasi kita. Sifat yang paling mencolok dari Jobs adalah entrepreneurship dan kharismanya.Sebagai salah satu entrepreneur yang paling sukses di dunia, Jobs telah menciptakan produk-produk inovatif yang mengubah industri elektronik. Mulai dari Apple I sebagai computer personal pertama, Mac dengan GUI yang revolusioner, hingga iPod, iPhone dan iPad yang sekarang telah menjadi trend setter dunia gadget. Produk-produk tersebut bukan sekadar alatelektronik dengan fitur-fitur canggih, tetapi telah menjadi karya seni yang bernilai estetikatinggi sehingga dapat memberikan rasa bangga terhadap para pemiliknya. Hal tersebut tidakdimiliki oleh para kompetitornya.Jobs juga dapat melihat keinginan para konsumen dengan tepat. Meskipun lebih banyak menggunakan intuisi daripada riset, produk-produk yang dibuatnya selalu ramah pengguna.Oleh karena itulah produk Apple dapat dengan mudah diterima pasar. Selain itu, Jobs telah membangkitkan kembali industri musik denga iPod dan iTunes-nya.Jobs termasuk orang yang pantang menyerah. Kecewa karena dikeluarkan dari perusahaan yang didirikannya dengan susah payah, Jobs tidak menyerah. Dia malah mendirikan perusahaan baru, yaitu NeXT dan Pixar. Di sinilah ia membuktikan bahwa dia adalah seorang entrepreneur yang handal karena dapat membesarkan perusahaan barunya tersebut. Bahkan sampai Apple memutuskan untuk membeli NeXT dan mengangkat kembali Jobs sebagai CEO-nya. Pixar juga telah dibawa menjadi perusahaan film animasi yang sukses dengan ToyStory sebagai film pertamanya hingga akhirnya Pixar dibeli oleh Walt Disney.Walaupun Jobs sering disebut kasar dalam memimpin, namun kharismanya telah membawa Apple Inc menjadi seperti apa yang ia inginkan. Sifat visioner yang dimilikinya dapat memberikan pencerahan bagi para karyawannya. Lalu kemampuannya yang luar biasa dalam berkomunikasi di depan para konsumen seolah-olah menjadi sihir sehingga para konsumen tersebut dan dunia mengakui produknya sebagai yang paling inovatif dan keren. 
Definisi menurut saya
Steve Jobs memiliki kemampuan mewujudkan semua yang dia pikirkan dan inginkan. Peduli setan konsumennya mau ngomong apa. Dia adalah salah satunya orang yang tidak percaya dengan “customer research” dan mengatakan konsumen tidak tahu apa apa dan merekalah yang lebih tahu apa yang bagus atau tidak.
Coba bayangkan bagaimana manusia sekeras dia mampu memaksakan kehendaknya sehingga bisa mendorong anak buahnya bekerja dengan baik untuk menghasilkan produk produk yang simple dan mudah dipakai oleh seorang anak kecilpun plus design yang sangat cantik.
Ada yang bilang, itu mah bukan hebatnya Steve Jobs sendirian, pasti ada designernya yang hebat dan juga tim teknikal lainnya. Betul sekali tidak ada yang salah dengan argumen itu. Tapi saya berani yakinkan tanpa arahan pemimpin sekelas Steve Jobs, saya rasa pasti produk yang dikeluarkan tidak akan sehebat saat ini.
Arahan dan nilai yang ditanamkan beliau untuk membuat produk yang special dan tidak asal asalan itu bukan perkara mudah. Pemimpin yang bisa “memaksakan” kehendak dan anak buahnya tidak resign itu saja sudah hebat banget, apalagi sampai bisa menciptakan satu produk yang bisa merubah cara dunia berkomunikasi dan kemudian ditiru perusahaan lain.
Sumber : 
Kelompok 3
http://hanifalwann.blogspot.com/2013/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

Sunday, 16 June 2013

Steve Jobs Quote

1. Steve Jobs mengatakan: “Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut. “

Inovasi tidak memiliki batas. Batas hanya imajinasi Anda. Sudah waktunya bagi Anda untuk mulai berpikir keluar dari kotak. Jika Anda terlibat dalam industri yang berkembang, memikirkan cara untuk menjadi lebih efisien, pelanggan lebih ramah, dan lebih mudah untuk melakukan bisnis dengan. Jika Anda terlibat dalam industri menyusut – keluar dari itu cepat dan perubahan sebelum Anda menjadi usang, keluar dari pekerjaan, atau keluar dari bisnis. Dan ingat bahwa penundaan adalah bukan pilihan di sini. Mulailah berinovasi sekarang!

2. Steve Jobs mengatakan: “Jadilah tolok ukur kualitas. Beberapa orang tidak digunakan untuk suatu lingkungan di mana keunggulan yang diharapkan.” 

Tidak ada jalan pintas untuk keunggulan. Anda harus membuat komitmen untuk membuat keunggulan prioritas Anda. Gunakan bakat Anda, kemampuan, dan keterampilan dalam cara yang terbaik dan maju dari orang lain dengan memberikan yang sedikit tambahan. Hidup dengan standar yang lebih tinggi dan membayar perhatian ke rincian yang benar-benar membuat perbedaan. Keunggulan tidak sulit – hanya memutuskan sekarang untuk mencobanya terbaik Anda – dan Anda akan kagum dengan apa yang diberikan kehidupan kembali.

3. Steve Jobs mengatakan: “Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda memiliki belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menetap. Seperti dengan semua masalah hati, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya.” 

Aku punya itu ke empat kata: “Lakukan apa yang Anda cintai.” Carilah suatu pekerjaan yang memberikan Anda rasa makna, arah dan kepuasan dalam hidup. Memiliki rasa tujuan dan berjuang menuju tujuan memberi makna kehidupan, arah dan kepuasan. Ini tidak hanya memberikan kontribusi untuk kesehatan dan umur panjang, tetapi juga membuat Anda merasa lebih baik dalam masa sulit. Apakah Anda melompat dari tempat tidur pada pagi hari Senin dan berharap untuk minggu kerja? Jika jawabannya adalah ‘tidak’ terus mencari, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya.

4. Steve Jobs mengatakan: “Anda tahu, kita tidak tumbuh sebagian besar makanan yang kita makan. Kami memakai pakaian orang lain membuat. Kami berbicara bahasa yang orang lain dikembangkan. Kami menggunakan matematika yang orang lain berkembang … Maksudku, kita terus-menerus mengambil hal-hal. Rasanya, indah senang untuk menciptakan sesuatu yang menempatkan kembali di kolam pengalaman manusia dan pengetahuan.”

Hidup dalam cara yang etis bertanggung jawab. Cobalah untuk membuat perbedaan di dunia ini dan berkontribusi untuk kebaikan yang lebih tinggi. Anda akan menemukan memberi arti lebih untuk hidup Anda dan itu bagus untuk obat penawar kebosanan. Selalu ada begitu banyak yang harus dilakukan. Dan berbicara dengan orang lain tentang apa yang Anda lakukan. Jangan berkhotbah atau merasa benar sendiri, atau fanatik tentang hal itu, yang hanya menempatkan orang off, tapi pada saat yang sama, jangan malu teladan, dan menggunakan kesempatan yang muncul untuk membiarkan orang lain tahu apa yang Anda lakukan .

5. Steve Jobs mengatakan: “Ada sebuah ungkapan dalam Buddhisme, ‘pikiran Pemula.” Ini bagus untuk memiliki pikiran pemula.” 

Ini adalah jenis pikiran yang dapat melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, yang langkah demi langkah dan dalam sekejap dapat mewujudkan sifat asli dari segala sesuatu. Pikiran pemula adalah latihan Zen dalam tindakan. Ini adalah pikiran yang tidak bersalah atas prasangka dan, harapan penilaian dan prasangka. Pikirkan pikiran pemula sebagai pikiran yang menghadapi hidup seperti anak kecil, penuh rasa ingin tahu dan bertanya-tanya dan takjub.

6. Steve Jobs mengatakan: “Kami pikir pada dasarnya Anda menonton televisi untuk mengubah otak Anda pergi, dan Anda bekerja di komputer Anda bila Anda ingin mengaktifkan otak Anda.” 

Rim studi akademis selama beberapa dekade telah cukup mengkonfirmasi pengaruh televisi merusak mental dan moral. Dan pengamat TV yang paling tahu bahwa kebiasaan mereka mematikan pikiran dan boros, tapi masih menghabiskan sebagian besar waktu mereka di depan kotak itu. Maka berpalinglah TV Anda off dan menyimpan beberapa sel-sel otak. Tapi berhati-hati, Anda dapat mengaktifkan otak Anda off dengan menggunakan komputer juga. Coba dan memiliki percakapan cerdas dengan seseorang yang memainkan penembak orang pertama selama 8 jam sehari. Atau permainan balap mobil, atau peran-bermain game.

7. Steve Jobs mengatakan: “Saya orang yang saya tahu itu kehilangan seperempat miliar dolar dalam satu tahun …. Ini sangat karakter bangunan.”

Jangan menyamakan membuat kesalahan dengan menjadi kesalahan. Tidak ada hal seperti orang sukses yang tidak gagal atau membuat kesalahan, ada orang-orang sukses yang membuat kesalahan dan mengubah hidup mereka atau kinerja dalam menanggapi mereka, sehingga sudah benar waktu berikutnya. Mereka dipandang sebagai peringatan kesalahan daripada tanda-tanda ketidakmampuan harapan. Jangan pernah membuat kesalahan berarti tidak menjalani hidup dengan penuh.

 

8. Steve Jobs mengatakan: “Saya akan perdagangkan semua teknologi saya untuk sore dengan Socrates.”

Selama dekade terakhir, banyak buku yang menampilkan tokoh-tokoh sejarah pelajaran dari telah muncul di rak-rak toko buku di seluruh dunia. Dan Socrates berdiri dengan Leonardo da Vinci, Copernicus Nicholas, Charles Darwin dan Albert Einstein sebagai mercusuar inspirasi bagi pemikir mandiri. Tapi dia datang lebih dulu. Cicero mengatakan bahwa Socrates, “disebut filsafat Dia turun dari langit dan ke dalam kehidupan manusia.” Jadi gunakan prinsip-prinsip Sokrates dalam kehidupan Anda, pekerjaan Anda, belajar Anda, dan hubungan Anda. Ini bukan tentang Socrates, itu benar-benar tentang Anda, dan bagaimana Anda dapat membawa lebih banyak kebenaran, keindahan dan kebaikan ke dalam hidup Anda sehari-hari.

9. Steve Jobs mengatakan: “Kami di sini untuk menempatkan penyok di alam semesta. Kalau tidak mengapa lain bahkan berada di sini?” 

Apakah Anda tahu bahwa Anda memiliki hal-hal besar untuk capai dalam hidup? Dan tahukah Anda bahwa hal-hal besar semakin agak berdebu saat Anda tuangkan sendiri secangkir kopi, dan memutuskan untuk memikirkan hal-hal yang lebih daripada melakukan mereka? Kami semua lahir dengan hadiah untuk diberikan dalam kehidupan, salah satu yang menginformasikan semua, kami kepentingan keinginan, nafsu dan keingintahuan. Karunia ini, pada kenyataannya, tujuan kita. Dan Anda tidak perlu izin untuk memutuskan tujuan Anda sendiri. Tidak ada bos, guru, orangtua, pendeta atau otoritas lainnya dapat memutuskan ini untuk Anda. Hanya menemukan bahwa tujuan yang unik.

 10. Steve Jobs mengatakan: “Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma – yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain.“

Jangan biarkan suara pendapat lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi. Entah bagaimana mereka sudah tahu apa yang Anda benar-benar ingin menjadi. Segala sesuatu yang lain adalah sekunder.

Sumber :
kelompok 1
http://ardhipamungkas.wordpress.com/